Bercerita, Melejitkan Kecerdasan Imajinatif Anak


Judul Buku: Memilih, Menyusun, Dan Menyajikan Cerita Untuk Anak Usia Dini
Penulis: Mbak Itadz (Tadkiroatun Musfiroh)
Penerbit: Tiara Wacana, Yogyakarta
Cetakan: Januari 2008
Tebal: xviii + 234 halaman

Bercerita adalah metode yang paling tua dalam pembelajaran seni bahasa. Metode ini memiliki sejumlah aspek yang diperlukan dalam perkembangan kejiwaan anak-anak, seperti membantu perkembangan imajinasi anak, mendorong anak untuk mencintai bahasa, memberi wadah bagi anak-anak untuk belajar berbagai emosi dan perasaan, seperti sedih, gembira simpati, marah, senang, cemas, serta emosi yang lain.

Di samping itu, metode bercerita mampu membawa suasana kelas menjadi lebih alamiah, bahkan sekalipun di dalamnya harus berlangsung transmisi suatu tatanan nilai budaya.

Anak-anak menjadi lebih bergairah "belajar" karena pada hakekatnya anak senang dipajani cerita. Tidak mengherankan bila metode bercerita kemudian berperan penting di dalam sosialisasi nilai-nilai baru kepada anak-anak. Cerita adalah pelajaran penuh makna, yang memegang peran penting dalam sosialisasi nilai-nilai baru pada anak.

Dalam buku yang berjudul Memilih, Menyusun, Dan Menyajikan Cerita Untuk Anak Usia Dini karya Mbak Itadz ini, sasaran utamanya adalah pendidik terutama di lembaga pendidikan anak usia dini dan orangtua. Penulis berharap setelah membaca buku ini, para pembaca memiliki kompetensi menyuguhkan cerita yang menarik dan berbobot di hadapan anak-anak yang notabenya adalah calon-calon pemimpin masa depan.

Bahasa dan bahasan dalam buku ini disusun secara sistematis sehingga relatif mudah dibaca dan dipraktikkan. Beberapa permasalahan yang diangkat dalam buku ini diharapkan akan menjadi bahan renungan sekaligus refleksi diri.

Buku ini juga mengkaji secara komprehensif metode bercerita, dari aspek teoretik-akademik hingga aspek praktik-edukatif. Dengan didukung berbagai hasil riset, pendekatan di dalam buku ini bersifat multidisiplin, mulai bidang sastra, psikolinguistik, pengajaran bahasa, pendidikan anak, hingga psikologi perkembangan. Di samping itu, di dalam buku ini juga disajikan tips-tips dari para praktisi cerita yang dapat digunakan sebagai acuan.

Bagi anak-anak, duduk manis menyimak penjelasan dan nasihat merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan cenderung membosankan. Sebaliknya, duduk berlama-lama menyimak cerita atau dongeng adalah aktivitas yang mengasyikkan. Oleh karenanya, memberikan pelajaran dan nasihat melalui cerita atau dongeng adalah cara mendidik yang bijak dan cerdas.

Mendidik dan menasihati anak melalui cerita memberikan efek pemuasan terhadap kebutuhan akan imajinasi dan fantasi (hlm 19). Buku ini dimaksudkan untuk membantu para pendidik terutama di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini (TK/RK, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan para orangtua agar memiliki kompetensi untuk menyuguhkan cerita yang menarik dan berbobot bagi anak-anak. Selamat membaca. [Dedi Firmansyah AR, pemerhati pendidikan anak usia dini]

Ketentuan berkomentar :

- Dilarang menautkan link aktif maupun mempastekan link mati, karena komentar yang disertai promosi URL tidak akan pernah tampilkan

- Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT), promosi, dan komentar-komentar yang anda tidak suka jika hal itu terjadi di blog anda sendiri, karena komentar seperti itu tidak akan pernah ditampilkan