Iklan Politik TV


Judul : Iklan Politik
Penulis : Akhmad Danial
Tebal Buku : xxxiv x 264 Halaman
ISBN : 979 1283 745
Harga : Rp 42.500,-
Beli buku ini di : www.lkis.co.id

“Buku ini memberi pencerahan, pegangan, dan acuan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dan peminat iklan politik. Bukankah pengelola partai politik umumnya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang seluk beluk produksi iklan, sehingga cenderung menyerahkan sepenuhnya pengadaan, penganggaran, dan penempatannya di media massa pada biro-biro iklan atau griya-griya produksi (production houses)? Buku “Iklan Politik TV” ini sangat membantu masyarakat, terutama partai politik untuk, antara lain, memahami pentingnya riset agar mampu menghadirkan iklan yang komunikatif, tetapi menjunjung tinggi etika.”
(Wisaksono Noeradi, Tokoh Periklanan dan Kehumasan, Penerima “Cakram Award 1998” untuk Konsultan Komunikasi Pemasaran Politik)
“Buku ini memotret bagaimana iklan politik memainkan peranan penting untuk merebut popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Kontribusinya yang terpokok adalah memahami proses demokratisasi dari aspeknya yang di Indonesia belum banyak disentuh secara akademik, yakni aspek 'pemasaran politik'.”
(Eep Saefullah Fatah, Analis Politik, Pengajar Mata Kuliah “Political Marketing” di Program Magister Manajemen Komunikasi Politik Universitas Indonesia)

“Di belahan dunia lain, iklan politik televisi merupakan tradisi politik lama. Di Indonesia, tradisi ini baru dimulai sejak Pemilu era reformasi. Sayangnya, sejauh ini, kajian tentang iklan politik Indonesia langsung memotret fenomena itu tanpa analisis mendalam tentang berbagai aspek di balik kelahirannya. Buku ini menggambarkan sejarah dan masa depan iklan politik televisi di Indonesia. Amat membantu mengenalkan kepada kita, tradisi politik lama dunia, namun masih baru di Indonesia.”
(Ahmad Fauzi Ray Rangkuti, Pengamat Pemilu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani [LIMA])

“Buku ini berhasil mencatat peranan televisi yang semula hanya menjadi tumpuan propaganda pemerintah, serta simbol konsumerisme, menjadi alat produksi dan reproduksi politik penting. Televisi telah menggeser peranan organisasi massa dan pergerakan politik di kalangan masyarakat lapisan bawah. Buku ini layak jadi referensi praktisi televisi ataupun politik.”
(Indra Jaya Piliang, Alumni Program Magister Ilmu Komunikasi FISIP UI)

"Akhir-akhir ini kita menemukan 'negative ads' yang dilakukan beberapa kandidat presiden dan partai politik di beberapa media. Gejala ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan tumbuh bersamaan dengan perkembangan sistem politik dan media kita. Jika anda, siapapun anda, berniat menyusuri sejarah 'Amerikanisasi' atau modernisasi sistem Pemilu dan media kita, buku ini adalah satu-satunya jawaban."
(Agus Purnomo, Mantan Anggota Pansus RUU Pemilu)

Ketentuan berkomentar :

- Dilarang menautkan link aktif maupun mempastekan link mati, karena komentar yang disertai promosi URL tidak akan pernah tampilkan

- Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT), promosi, dan komentar-komentar yang anda tidak suka jika hal itu terjadi di blog anda sendiri, karena komentar seperti itu tidak akan pernah ditampilkan