Perhelatan Komunitas

Mengulang kesuksesan pada 2006, peringatan World Book Day kembali digelar di Gedung A Depdiknas Jakarta, tanggal 26-29 April 2007, oleh Forum Indonesia Membaca. Kegiatan yang pada tahun ini mengambil tema Buku untuk Perubahan, diikuti oleh beberapa penerbit dalam rangka book affair, dan 28 komunitas literasi dengan serangkain kegiatan temu penulis, bedah buku, seminar, dialog komunitas, dan lomba-lomba. Dari keduapuluh delapan komunitas itu, Komunitas Matapena ikut berpartisipasi di dalamnya.
Sedikit kilas balik, World Book Day yang dirancang oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi yang mendunia, pada awalnya adalah bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia pada abad pertengahan. Semula para pria memberikan mawar pada kekasihnya dalam perayaan itu. Namun, sejak tahun 1923 para pedagang buku mempengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada tanggal 23 April. Sehingga, sejak 1925 para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.
Pada tahun 1995, Konferensi Umum Unesco di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day karena festival Katalonia serta pada tanggal Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega, dan Josep Pla meninggal dunia, juga kelahiran Maurice Druob, Vladimir Nabokov, Manuel Mejia Vallejo, dan Halldor Laxness.
Perayaan World Book Day merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan peningkatan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan. Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world even adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak-anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.
Bagi Komunitas Matapena, kegiatan community-fair yang digelar dalam rangkaian acara World Book Day merupakan pengalaman pertama, selain sebagai ajang sosialisasi, baik kepada pengunjung maupun rekanan komunitas yang lain.
Kamis, 26 April 2007, rangkaian kegiatan World Book Day resmi dibuka oleh Prof Dr. Bambang Sudibyo, di Panggung Utama yang terletak di depan stand Komunitas Matapena. Acara ini juga dihadiri oleh Tantowi Yahya, dan beberapa pejabat teras Depdiknas.
Usai pembukaan, acara temu penulis, bedah buku, seminar literasi, dialog komunitas, dan Utama dan Pangung Anak dan Remaja. Lokasi Panggung Utama WBD lebih strategis karena di tengah jajaran stand komunitas. Sedangkan Panggung Anak dan Remaja, terletak di ujung pojok gedung A Depdiknas.
lomba-lomba mulai digelar sesuai dengan jadwal yang sudah diatur oleh panitia. Rangkaian acara itu diadakan di dua panggung, Panggung Utama dan Pangung Anak dan Remaja. Lokasi Panggung Utama WBD lebih strategis karena di tengah jajaran stand komunitas. Sedangkan Panggung Anak dan Remaja, terletak di ujung pojok gedung A Depdiknas.
Termasuk dalam rangkaian acara WBD adalah storytelling: Cerita dari Bilik Santri oleh Komunitas Matapena, pada pukul 14.30—16.00 WIB hari pertama World Book Day. Semula acara storytelling Matapena akan digelar di Panggung Anak dan Remaja. Akan tetapi karena berbagai pertimbangan, di antaranya Panggung Utama juga tidak sedang dipakai, panitia kemudian memindahkan acara storytelling Matapena ke Panggung Utama.
Dalam acara itu, Zaki dan Ruslan bertindak sebagai pemateri sekaligus storyteller, ditambah Adinda, seorang penikmat novel-novel Matapena yang membacakan monolog Geng Kopi Tubruk. Sementara Hilma sebagai host dan Isma sebagai pengawal stand komunitas selama acara berlangsung.
Meskipun jumlah peserta tidak terlalu banyak mengingat cuaca di luar hujan, pada sesi dialog acara tampak hidup dengan munculnya banyak respon dan partisipasi, baik sekadar bertanya, berkomentar, bahkan memberikan kritik. Sebagai ucapan terima kasih mereka mendapat kenang-kenangan buku dan pin.
Dalam perhelatan komunitas ini selain mengisi acara storytelling, Zaki, Hilma, Isma, dan Ruslan juga melayani beberapa pertanyaan pengunjung yang bertandang ke stand. Rata-rata ketertarikan mereka bermula dari foto yang dipajang, kemudian berlanjut ke pertanyaan seputar teknis pengadaan workshop. Bahkan, ada beberapa guru SD yang tertarik untuk bekerja sama mengadakan workshop penulisan untuk anak-anak. Sementara di bagian gedung A Depdiknas yang lain, bersebelahan dengan arena community-fair juga digelar bazar buku oleh beberapa penerbit, di antaranya adalah penerbit LKiS Pelangi Aksara.
Sehari sebelum penutupan, para peserta community-fair diminta untuk berpartisipasi menunjukkan kebolehan di Panggung Utama sesuai kreativitas masing-masing. Dari musikalisasi puisi oleh Rumah Baca Sosio UI sampai operet oleh teman-teman dari MITRA NETRA. Dalam kesempatan itu, Zaki kembali berkolaborasi dengan Adinda membacakan puisi dan monolog cerpen.
Minggu, 29 April 2007 rangkaian acara World Book Day resmi ditutup, pukul 17.00 WIB oleh Kepala Dinas Perpustakaan Nasional Jakarta. Dalam acara penutupan ini, dibuka dialog, untuk menyampaikan kritik dan saran. Asep dari Komunitas Historia, memandang positif kegiatan WBD. “Hanya saja, menurut saya publikasinya kurang bagus, di samping terlalu mendadak,” lanjutnya. Kritikan ini juga diakui oleh Bapak Kepala Dinas yang baru mendapatkan undangan seminggu sebelum acara. “Jangankan Jakarta, orang satu gedung Depdiknas saja tidak semuanya tahu soal kegiatan ini.”
sebelum acara. “Jangankan Jakarta, orang satu gedung Depdiknas saja tidak semuanya tahu soal kegiatan ini.”
Isma juga mengamini kritikan itu. “Memang benar acara community fair sangat positif untuk menggugah kesadaran berliterasi di kalangan masyarakat, tapi akan percuma jika informasi kegiatan ini hanya diketahui oleh segelintir orang.”
Tapi, paling tidak Komunitas Matapena tidak tertinggal informasi acara World Book Day 2007 ini, dan bisa berpartisipasi dalam perhelatan komunitas yang akan menjadi pengalaman sekaligus bahan belajar untuk perhelatan-perhelatan komunitas di waktu yang akan datang. (Binti Zubaida)

Ketentuan berkomentar :

- Dilarang menautkan link aktif maupun mempastekan link mati, karena komentar yang disertai promosi URL tidak akan pernah tampilkan

- Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT), promosi, dan komentar-komentar yang anda tidak suka jika hal itu terjadi di blog anda sendiri, karena komentar seperti itu tidak akan pernah ditampilkan